Grunggungan, Bondowoso – Dalam rangka memperingati hari 10 Muharram, PP. Al-Fatih As-Syafi’i kembali menggelar berbagai kegiatan yang penuh makna dan kebahagiaan. Kegiatan tersebut diantaranya adalah santunan anak yatim, pemotongan kuku, dan pemakaian celak pada siswa-siswi MI dan MTs Al-Fatih Grunggungan.
Acara yang dilaksanakan pada Rabu (17/07) ini dihadiri oleh guru, serta seluruh santri. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak yatim serta upaya untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai keagamaan di kalangan santri.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk menyemarakkan hari 10 Muharram, tetapi juga untuk mengajarkan kepada santri tentang pentingnya berbagi, merawat diri, dan mengikuti sunnah Nabi. Semoga kegiatan ini dapat membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Ning Jazil.
Dalam kegiatan santunan anak yatim, santri dan guru berinisiatif iuran memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang saku kepada anak-anak yatim yang berada di pesantren. Para santri dengan antusias turut serta dalam acara ini, menyambut dengan senyuman dan kehangatan.
Selain itu, pemotongan kuku dan pemakaian celak juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Para santri MI dan MTs dengan tertib mengikuti arahan guru-guru dalam merawat kebersihan diri. Pemotongan kuku dilakukan dengan penuh perhatian, sementara pemakaian celak sebagai salah satu sunnah Nabi juga diterapkan dengan baik.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya PP. Al-Fatih As-Syafi’i dalam menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan serta menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada para santri.
Semoga semangat berbagi dan merawat diri ini dapat terus tertanam dalam jiwa setiap santri dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.