Bandilan – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fatih yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii, Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mendapat kunjungan dari Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso. Kunjungan ini merupakan bagian penting dalam proses pengajuan izin operasional MI Al-Fatih sebagai lembaga pendidikan formal yang berbasis keislaman.
Kunjungan Tim Verifikasi disambut langsung oleh Pendiri Ponpes sekaligus Pengasuh dan para dewan guru. Akses jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan roda empat tidak menyurutkan semangat penyambutan. Tim Verifikasi Lapangan Kemenag bahkan dijemput menggunakan empat sepeda motor oleh para guru dan warga, menyusuri jalan-jalan pegunungan yang terjal menuju lokasi pondok dan madrasah ibtidaiyah.
Video Tim Verlap Menuju MI Al-Fatih:
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih secara khusus kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii, Kiai Agung, beserta seluruh dewan guru yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap perkembangan pendidikan di wilayah terpencil.
MI Al-Fatih sendiri menyambut proses verifikasi ini dengan persiapan yang matang, baik dalam aspek kelengkapan berkas administratif maupun sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Menariknya, seluruh kesiapan tersebut bukan disiapkan secara mendadak atau sekadar untuk menyambut kunjungan, melainkan harus menjadi bentuk kesadaran dan kewajiban lembaga dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pendidikan yang bertanggung jawab. “Justru dengan verifikasi kita bisa memahami dan tau apa kekurangan kita, lalu segera melengkapinya” Dawuh Kiai Agung Wijaksono.
Holili selaku salah satu Guru MI Al-Fatih menegaskan bahwa kesiapan lembaga adalah bagian dari komitmen panjang mereka dalam menjawab tantangan yang disampaikan oleh pengasuh pondok, yaitu tentang pentingnya “Totalitas Pendidikan”. Prinsip ini mengarahkan seluruh elemen madrasah untuk tidak hanya fokus pada aspek pengajaran, tetapi juga memastikan bahwa semua pendukung pendidikan dari fasilitas, manajemen, hingga pelayanan siswa berjalan secara maksimal.
Dengan semangat tersebut, MI Al-Fatih optimis dapat melangkah lebih jauh sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul meskipun berada di pelosok pegunungan. Proses verifikasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengakuan resmi dari pemerintah, sekaligus penguat bagi eksistensi madrasah sebagai pilar pendidikan umat di tengah keterbatasan geografis.
By. Adm¹