Bondowoso, Jawa Timur – Kiai Agung Wijaksono, Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii Bandilan Bondowoso, kembali menorehkan kiprahnya di dunia literasi dengan menerbitkan karya tulis terbaru. Kali ini, beliau berkolaborasi dengan rekan-rekannya yang juga berprofesi sebagai Dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Buku yang mereka tulis bersama ini berjudul “Pendidikan di Era Artificial Intelligence dan Media Sosial: Menjawab Tantangan Transformasi Global dan Inovasi Pendidikan”. Buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Mafy, yang berkedudukan di Kota Solok, Sumatera Barat.
Dalam peluncuran bukunya, Kiai Agung Wijaksono menekankan pentingnya pendidikan terus berinovasi mengikuti kemajuan zaman. Menurut beliau, guru dan tenaga pendidik harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan media sosial agar pendidikan tetap relevan dan mampu menjawab tantangan global.
“Pendidikan tidak bisa diam di tempat. Dunia berubah dengan cepat, teknologi berkembang, dan generasi muda kita harus siap menghadapi perubahan ini. Melalui buku ini, kami berharap dapat memberikan panduan praktis dan inspirasi bagi pendidik untuk terus berinovasi,” ujar beliau yang juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya aktif menulis sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa. “Dengan menulis, ilmu kita bisa abadi dan dinikmati siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Ini adalah cara untuk meninggalkan jejak ilmu yang bermanfaat bagi generasi selanjutnya,” tambah beliau.
Buku ini menghadirkan perspektif terkini mengenai integrasi Artificial Intelligence (AI) dan media sosial dalam dunia pendidikan. Selain itu, buku ini juga menawarkan strategi bagi pendidik dalam mengembangkan inovasi pembelajaran, memanfaatkan teknologi secara optimal, serta membekali siswa dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Kolaborasi antara Kiai Agung dan dosen-dosen PGMI ini menunjukkan sinergi antara pengalaman praktis di pesantren dan keilmuan akademik, sehingga menghasilkan karya yang kaya akan teori dan praktik. Buku ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pendidik, calon guru, dan masyarakat luas yang peduli dengan kemajuan pendidikan di Indonesia.
Dengan terbitnya buku ini, Kiai Agung Wijaksono sekali lagi menunjukkan dedikasinya tidak hanya dalam Mendirikan Pondok Pesantren, menjemput dan menyekolahkan anak-anak yang putus sekolah, membimbing santri, mengajar di kampus sebagai dosen tetapi beliau juga aktif dalam memberikan kontribusi nyata melalui literasi, menegaskan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berbasis ilmu pengetahuan.