
Bondowoso – Sebuah kabar menggembirakan datang dari Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii Bandilan, Bondowoso. Seorang anak yang dulu sempat putus sekolah ketika duduk di kelas 4 SD, kini telah kembali menata masa depannya. Setelah menempuh pendidikan di pondok, ia berhasil menyelesaikan jenjang SD dan saat ini resmi melanjutkan ke kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Ananda, yang kita sebut dengan inisial “R”, sempat berhenti sekolah selama lebih dari satu tahun. Selain karena masalah dokumen kependudukan, penyebab lainnya adalah jarak sekolah yang cukup jauh setelah sekolah dasar tempatnya belajar dulu di-merger. Sekolah pengganti berada di bawah, sementara rumah “R” berada di perbukitan. Akses jalan yang masih belum beraspal ditambah keterbatasan alat transportasi, membuat ia sulit melanjutkan sekolah.
Melihat kondisi tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii, Kiai Agung Wijaksono, berinisiatif mendatangi keluarga “R” bersama warga setempat. Dengan penuh kesabaran, beliau membujuk orang tua agar memberi kesempatan kepada anaknya untuk kembali bersekolah. Tidak berhenti di situ, pondok juga turut membantu mengurus dokumen penting keluarga seperti KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran.
Berkat usaha tersebut, “R” akhirnya kembali bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikan dasar di Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii hingga berhasil lulus. Kini, dengan semangat yang baru, ia resmi menempuh pendidikan di jenjang selanjutnya, yakni kelas 1 MTs di Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii Bandilan, Bondowoso.
“Alhamdulillah, ini adalah karunia Allah. Kami hanya berusaha agar anak ini tidak kehilangan masa depannya. Semoga ia bisa terus belajar hingga ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Kiai Agung.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kepedulian, kerja sama, dan doa, anak-anak yang sempat kehilangan haknya untuk belajar dapat kembali menata masa depan. Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii akan terus berkhidmat dalam membuka akses pendidikan bagi siapapun yang membutuhkan.